Jumat, 01 November 2013

                                       PERSIAPAN TANAH DASAR TAMBAK 


.
Latar Belakang

Kegiatan usaha budidaya ditambak melalui proses produksi yang memerlukan kendali dan keberhasilannya akan sangat tergantung pada faktor teknis maupun non teknis. Faktor teknis seperti perencanaan terpadu sangat penting dalam mata rantai kegiatan budidaya tambak. Dengan demikian, perencanaan harus diarahkan pada kemampuan untuk menciptakan kondisi yang sesuai  dengan keadaan alami yang dituntut oleh organisme aquatik yang dibudidayakan. (Cholik dan Arifudin,1989 )
Satu hal  yang paling penting dan cukup menentukan keberhasilan bertambak adalah persiapan lahan yang baik. Persiapan lahan yang baik terbukti meningkatkan kelulus hidupan dan pertumbuhan organisme peliharaan secara nyata. Pemahaman terhadap kondisi lahan dan air setiap lokasi sangat penting untuk merumuskan teknik persiapan lahan yang paling cocok dan tepat. Persiapan lahan yang salah akan mengakibatkan kerugian biaya karena penggunaan bahan-bahan, waktu dan tenaga kerja yang tidak tepat dan kerugian dikarenakan menurunnya produktifitas lahan (Golez, 2008). Tujuan persiapan tambak adalah untuk memperoleh kondisi lingkungan yang optimal bagi kultivan secara fisik, biologi dan kimia. Kegiatan ini meliputi pemberantasan hama, pengeringan tambak, perbaikan pematang, perbaikan pintu air, perbaikan caren dan saluran air, pengapuran tambak, pemasukan air dan penyiapan air media (Kumar, 2009) Pemberantasan hama akan meningkatkan kelangsungan hidup organisme yang di pelihara  karena hilangnya predator sekaligus meningkatkan pertumbuhan secara tidak langsung karena tidak adanya kompetitor makanan dan ruang. Pengeringan tambak, perbaikan konstruksi dan pengapuran bertujuan untuk mempersiapkan tanah sehingga mampu menahan air dengan optimal dan memperbaiki pertukaran kation-anion antara tanah dan air. Penyiapan air dengan pemupukan akan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan pakan alami yang akan secara langsung pula mendukung pertumbuhan ikan (Adiwijayaetal,2001)..


Pengeringan Tambak
Pengeringan tambak membutuhkan waktu selama 10-15 hari untuk perkolamnnya. Untuk membersihkan tambak membutuhkan waktu selama 2 minggu dari mulai persiapan hingga penebaran.Untuk mengeluarkan air menggunakan sentral grain berukuran 3 inci.. Bila sudah kelihatan tanda-tanda tanah dasar tambak mulai retak-retak, maka endapan lumpur hitam (black mud) dikupas dan dibuang. Sekaligus dikerjakan reklamasi tambak, seperti perbaikan konstruksi tambak, pematang, pintu air, dan sebagainya.
Dasar tambak kembali dijemur 2 atau 3 hari. Lalu dibajak untuk membongkar tanah dasar tambak agar udara masuk ke tanah dan terjadi proses oksidasi. Sisa-sisa akar yang ada dibuang untuk menghindari terjadinya pembusukan yang mengeluarkan gas-gas beracun dan berbahaya bagi organisme . Setelah dibajak tanah dibiarkan beberapa hari agar bakteri anaerob yang sifatnya pathogen dan bibit penyakit mati, serta gas-gas beracun menguap.




3.2. Perbaikan Pematang & Pintu Air
Perbaikan pematang dilakukan jika pematang mengalami kebocoran. Pematang dalam tambak budidaya biasanya ada yang menggunakan semen dan tambak tanah. Tambak semen/beton perbaikanya dengan mengontrol disaat pengeringan lalu tambak dapat diperbaiki/ditutup kembali dengan menggunakan semen. Jika tambak terbuat dari tanah, maka pengontrolan dititik beratkan kepada arus pusaran air yang terjadi didalam tambak, setelah itu maka tambak dapat diperbaiki dengan menutup tanggul dengan karung yang berisi pasir, lalu ditimbun denga menggunkan lumpur.






3.3. Pengangkutan Lumpur
Pengangkutan lumpur dilakukan pada saat penyifonan dengan menggunakan selang spiral. Lumpur disedot kemudian dibuang ke pematang lubang sifon di tambak. metode ini khusus tambak yang masi terisi air, sedangkan tambak masih sementara pengeringan pengangkutan lumpur dapat di lakukan dangan cara manual.yaitu dengan cara pengankuatan dengan menggunakan dengan karung bekas lalu menanpungnya di sepanjang pematang .


 



3.4. Pengapuran
Tujuan dari pengapuran adalah menaikkan pH tanah dasar tambak, sampai menjadi 6,5 – 7 (pH normal). Sebab, bila pH-nya di bawah normal, kurang baik untuk kehidupan dan pertumbuhan organisme. Kapur ditabur ke permukaan tanah dasar tambak, lalu dibajak agar tercampur dengan tanah. Pengapuran ini lebih baik dilakukan dua kali. Dosis kapur yang digunakan harus sesuai tingat keasaman tanah. Pertama, dengan menggunakan setengah dosis kapur yang direncanakan. Setelah dicampur dan dibiarkan beberapa hari, barulah setengah dosis sisanya kembali ditabur. Lalu dibajak lagi dan dibiarkan beberapa hari lagi. Selanjutnya, dilakukan tes pH. Kalau pH sudah sesuai, masukkan air kira-kira sedalam 30 cm dan biarkan semalam.
 Tujuan perendaman ini adalah agar sisa-sisa reaksi pada dasar tambak larut dalam air. Kemudian air dibuang, dan dasar tambak diratakan lalu persiapan tanah dasar tambak dinyatakan sudah selesai ,


  selamat mencoba