PERSIAPAN TANAH DASAR
TAMBAK
.
Latar Belakang
Kegiatan usaha budidaya ditambak melalui proses produksi
yang memerlukan kendali dan keberhasilannya akan sangat tergantung pada faktor
teknis maupun non teknis. Faktor teknis seperti perencanaan terpadu sangat
penting dalam mata rantai kegiatan budidaya tambak. Dengan demikian,
perencanaan harus diarahkan pada kemampuan untuk menciptakan kondisi yang
sesuai dengan keadaan alami yang
dituntut oleh organisme aquatik yang
dibudidayakan. (Cholik dan Arifudin,1989 )
Satu hal yang paling penting dan cukup menentukan
keberhasilan bertambak adalah persiapan lahan yang baik. Persiapan lahan yang
baik terbukti meningkatkan kelulus hidupan dan pertumbuhan organisme peliharaan
secara nyata. Pemahaman terhadap kondisi lahan dan air setiap lokasi sangat
penting untuk merumuskan teknik persiapan lahan yang paling cocok dan tepat.
Persiapan lahan yang salah akan mengakibatkan kerugian biaya karena penggunaan
bahan-bahan, waktu dan tenaga kerja yang tidak tepat dan kerugian dikarenakan
menurunnya produktifitas lahan (Golez, 2008). Tujuan persiapan tambak adalah
untuk memperoleh kondisi lingkungan yang optimal bagi kultivan secara fisik,
biologi dan kimia. Kegiatan ini meliputi pemberantasan hama, pengeringan
tambak, perbaikan pematang, perbaikan pintu air, perbaikan caren dan saluran
air, pengapuran tambak, pemasukan air dan penyiapan air media (Kumar, 2009) Pemberantasan
hama akan meningkatkan kelangsungan hidup organisme yang di pelihara karena hilangnya predator sekaligus
meningkatkan pertumbuhan secara tidak langsung karena tidak adanya kompetitor
makanan dan ruang. Pengeringan tambak, perbaikan konstruksi dan pengapuran
bertujuan untuk mempersiapkan tanah sehingga mampu menahan air dengan optimal
dan memperbaiki pertukaran kation-anion antara tanah dan air. Penyiapan air
dengan pemupukan akan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan pakan alami
yang akan secara langsung pula mendukung pertumbuhan ikan (Adiwijayaetal,2001)..
Pengeringan Tambak
Pengeringan tambak membutuhkan waktu
selama 10-15 hari untuk perkolamnnya. Untuk membersihkan tambak membutuhkan
waktu selama 2 minggu dari mulai persiapan hingga penebaran.Untuk mengeluarkan
air menggunakan sentral grain berukuran 3 inci.. Bila sudah kelihatan tanda-tanda
tanah dasar tambak mulai retak-retak, maka endapan lumpur hitam (black mud)
dikupas dan dibuang. Sekaligus dikerjakan reklamasi tambak, seperti perbaikan
konstruksi tambak, pematang, pintu air, dan sebagainya.
Dasar
tambak kembali dijemur 2 atau 3 hari. Lalu dibajak untuk membongkar tanah dasar
tambak agar udara masuk ke tanah dan terjadi proses oksidasi. Sisa-sisa akar
yang ada dibuang untuk menghindari terjadinya pembusukan yang mengeluarkan
gas-gas beracun dan berbahaya bagi organisme . Setelah dibajak tanah dibiarkan
beberapa hari agar bakteri anaerob yang sifatnya pathogen dan bibit penyakit
mati, serta gas-gas beracun menguap.
3.2.
Perbaikan Pematang & Pintu Air
Perbaikan
pematang dilakukan jika pematang mengalami kebocoran. Pematang dalam tambak
budidaya biasanya ada yang menggunakan semen dan tambak tanah. Tambak
semen/beton perbaikanya dengan mengontrol disaat pengeringan lalu tambak dapat
diperbaiki/ditutup kembali dengan menggunakan semen. Jika tambak terbuat dari
tanah, maka pengontrolan dititik beratkan kepada arus pusaran air yang terjadi
didalam tambak, setelah itu maka tambak dapat diperbaiki dengan menutup tanggul
dengan karung yang berisi pasir, lalu ditimbun denga menggunkan lumpur.
3.3. Pengangkutan Lumpur
Pengangkutan lumpur dilakukan pada saat penyifonan dengan
menggunakan selang spiral. Lumpur disedot kemudian dibuang ke pematang lubang
sifon di tambak. metode ini khusus tambak yang masi terisi air, sedangkan
tambak masih sementara pengeringan pengangkutan lumpur dapat di lakukan dangan
cara manual.yaitu dengan cara pengankuatan dengan menggunakan dengan karung
bekas lalu menanpungnya di sepanjang pematang .
3.4. Pengapuran
Tujuan dari pengapuran adalah
menaikkan pH tanah dasar tambak, sampai menjadi 6,5 – 7 (pH normal). Sebab,
bila pH-nya di bawah normal, kurang baik untuk kehidupan dan pertumbuhan organisme.
Kapur ditabur ke permukaan tanah dasar tambak, lalu dibajak agar tercampur dengan
tanah. Pengapuran ini lebih baik dilakukan dua kali. Dosis kapur yang digunakan
harus sesuai tingat keasaman tanah. Pertama, dengan menggunakan setengah dosis
kapur yang direncanakan. Setelah dicampur dan dibiarkan beberapa hari, barulah
setengah dosis sisanya kembali ditabur. Lalu dibajak lagi dan dibiarkan
beberapa hari lagi. Selanjutnya, dilakukan tes pH. Kalau pH sudah sesuai,
masukkan air kira-kira sedalam 30 cm dan biarkan semalam.
Tujuan perendaman ini adalah agar sisa-sisa
reaksi pada dasar tambak larut dalam air. Kemudian air dibuang, dan dasar
tambak diratakan lalu persiapan tanah dasar tambak dinyatakan sudah selesai ,

